Sunday, October 24, 2010

5 motivasi kerja orang Jepang

5 Motivasi kerja yang membuat orang Jepang Sukses

Kita tahu jepang menjadi salah negara sukses di asia dan dunia. Pada artikel kali ini bintang akan membahas motivasi kerja apa saja sih yang membuat kebanyakan orang disana sukses.Mungkin banyak faktor yang membuat semua itu terjadi.
Tapi bintang sendiri yakin motivasi dibawah inilah, yang membuat kebanyakan masyarakat jepang hidup makmur seperti sekarang ini :

1. Kerja Keras
Tentu ini motivasi yang patus kita contoh! Sama seperti kebanyakan orang-orang di Asia Timur. Mereka menjadi pekerja keras dalam hidupnya.
Kata mutiara motivasi : Di dunia ini tidak ada yang namanya kegagalan, yang ada adalah kita kurang bekerja keras.

2. Pantang Menyerah
Masyarakat jepang untuk ini benar-benar membuktikannya. Dulu mereka setelah porak-poranda akbiat perang dunia ke II. Hanya membutuhkan waktu tidak lama untuk menjadi salah satu pusat ekonomi dunia.
Pesan Motivasi : Menyerahlah jika peluang benar-benar sudah habis. Tapi selagi masih ada satu harapan, Raihlah dengan kerja keras dan anda pasti SUKSES.

3. Menjaga Kehormatan
Jika kamu sering melihat film atau mungkin mengikuti artikel berita di TV, sesekali pasti mendengar istilah Harakiri yaitu bunuh diri dengan menusukkan pedang ke perut. Itu dilakukan oleh masyarakat disana karena mereka tahu malu.
Masih ingat Menteri Kesehatan Jepang yang mengundurkan diri karena melakukan kesalahan. Atau pejabat yang akhirnya bunuh diri karena telah melakukan korupsi. Atau pelajar yang bunuh diri karena nilainya jelek. Dan menjadikan orang jepang menjadi nomer satu dalam kasus bunuh diri.
Tapi ingat BAIK-BAIK artikel ini tidak memerintahkan anda bunuh diri jika membuat orang lain susah.
Pesan Motivasi yang bisa kita raih adalah “Tahu Malulah”, dan kemudian intropeksi diri berbuat lebih baik lagi

4. Rajin Membaca
Membaca seperti menjadi sebuah budaya di Jepang. Bukanlah hal yang aneh melihat orang bejalan sambil membaca.Atau saat anda masuk ke kereta listrik, disana bisa dilihat banyak orang yang membaca.
Banyak-banyaklah membaca artikel, apalagi sekarang sudah zaman internet anda bisa mendapatkan artikel tentang berbagai hal mulai dari komputer, motivasi, sejarah, ekonomi dsb. Karena dengan lebih banyak mengetahui informasi dibanding lawan, anda sudah lebih dekat ke tujuan.

Read more: http://berbagipintar.blogspot.com/2010/10/5-motivasi-kerja-orang-orang-jepang.html#ixzz13Mo5b527
Under Creative Commons License: Attribution

Read More...... Read More...

cake marmer

Resep Kue cake marmer.

RESEP CAKE MARMER.

BAHAN RESEP CAKE MARMER :
*150 gr margarin
*125 gr gula pasir
*1/2 bungkus vanillin zucker (gula yang dicampur serbuk vanili)
*5 butir telur, pisahin bagian kuning dan putihnya.
*150 gr tepung + 1/2 sdt backpulver (baking powder)
*3 sdm coklat bubuk (gw pakainya Schokoladepulver dari Milka)

CARA MEMBUAT KUE CAKE MARMER :
1).Kocok putih telur hingga kaku.
2).Kocok margarin, gula, vanillin zucker, dan kuning telur hingga mengembang.
3).Kemudian masukkan terigu sedikit-sedikit sambil diaduk-aduk dengan sendok (tanpa mixer).
4).Masukkan putih telurnya (dengan bantuan sendok ambil bagian busanya saja).
5).Aduk hingga rata.
6).Ambil sebagian dari adonan, lalu campurkan dengan bubuk coklat.
7).Siapkan loyang, sebaiknya diolesi mentega kemudian ditaburi tepung, biar nanti kuenya gak lengket di loyang.
8).Masukkan adonan putih ke loyang, lalu tambahkan adonan coklatnya.
9).Dengan garpu buat gerakan memutar sehingga nanti terbentuk motif marmernya.
10).Panggang di oven 175 derajat C, selama 25-30 menit hingga matang.

Read More...... Read More...

Gunung merapi diperkirakan akan meletus tahun ini


Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi,Surono menyatakan situasi Gunung Merapi pada tahun 2010 ini sangat berbeda dengan tahun 2006 yang lalu. Surono memastikan Merapi meletus dan tidak akan kembali ke kondisi normal.

Walaupun saat ini status Merapi ditingkatkan menjadi Siaga namun demikian hingga saat ini belum membentuk kubah. “Pada tahun 2006 saat merapi statusnya siaga telah membentuk kubah dan kawah, namun pada tahun 2010 ini dengan status siaga Merapi juga belum membentuk kubah atau kawah,” katanya, Minggu, 24 Oktober 2010

Dengan kondisi status siaga kawah dan titik api belum berlangsung maka belum bisa dipastikan apakah Merapi akan meletus secara eksplosif atau meletus seperti kejadian tahun 2006 lalu, dengan hanya mengeluarkan awan panas.

“Dengan belum dapat dipastikan Merapi meletus secara eksplosif atau hanya mengeluarkan awan panas, maka masyarakat harus lebih mewaspadainya,” terangnya

Untuk kejadian Merapi akan meletus secara eksplosif tanda-tandanya adalah terjadi pengembungan badan Merapi di semua sisinya.Namun demikian pengembungan Merapi hanya terjadi di bagian Selatan salah satu teraktif di dunia itu.

Lebih lanjut Surono menyatakan Merapi pernah meletus explosif pada erupsi tahun 1930-1931, dengan memuntahkan isi perutnya dan juga menebarkan awan panas. “Yang pasti berdasarkan data yang ada kejadian-kejadian gempa yang terjadi saat ini lebih tinggi daripada yang terjadi pada tahun 2006,”pungkasnya.

Petugas di Pos Pemantauan Kaliurang, Heru Suparwoko, mengatakan Sabtu malam lalu memang sempat terjadi goncangan yang cukup kuat akibat gempa-gempa yang terjadi di perut Merapi. ”Masyarakat sekitar kawasan ini sempat berdatangan ke pos kami ini untuk menanyakan apa yang terjadi. Tapi setelah dijelaskan bahwa getaran-getaran tersebut memang berkaitan dengan gempa-gempa di tubuh Merapi, mereka menjadi tenang kembali,” katanya.

Heru mengatakan memang dari pengamatan di Pos Pemantauan Merapi di Kaliurang, terlihat adanya peningkatan aktivitas di tubuh Merapi.”Pada hari Sabtu (23/10) posnya mencatat telah mencatat telah terjadi enam kali gempa vulkanik dalam, 74 kali gempa vulkanik kedangkal, 525 kali gempa multivase, dan 183 kejadian guguran,” paparnya.


- Sumbernya : http://jekethek.blogspot.com/2010/10/gunung-merapi-diperkirakan-akan-meletus.html#ixzz13MDpbtYI

Read More...... Read More...

batch reactor

Batch reactor


Jump to: navigation, search
Batch reactor symbol
The Batch reactor is the generic term for a type of vessel widely used in the process industries. Its name is something of a misnomer since vessels of this type are used for a variety of process operations such as solids dissolution, product mixing, chemical reactions, batch distillation, crystallization, liquid/liquid extraction and polymerization. In some cases, they are not referred to as reactors but have a name which reflects the role they perform (such as crystallizer, or bio reactor).
A typical batch reactor consists of a tank with an agitator and integral heating/cooling system. These vessels may vary in size from less than 1 litre to more than 15,000 litres. They are usually fabricated in steel, stainless steel, glass lined steel, glass or exotic alloy. Liquids and solids are usually charged via connections in the top cover of the reactor. Vapors and gases also discharge through connections in the top. Liquids are usually discharged out of the bottom.
The advantages of the batch reactor lie with its versatility. A single vessel can carry out a sequence of different operations without the need to break containment. This is particularly useful when processing, toxic or highly potent compounds.

[edit] Agitation

The usual agitator arrangement is a centrally mounted driveshaft with an overhead drive unit. Impeller blades are mounted on the shaft. A wide variety of blade designs are used and typically the blades cover about two thirds of the diameter of the reactor. Where viscous products are handled, anchor shaped paddles are often used which have a close clearance between the blade and the vessel walls.
Most batch reactors also use baffles. These are stationary blades which break up flow caused by the rotating agitator. These may be fixed to the vessel cover or mounted on the side walls.
Despite significant improvements in agitator blade and baffle design, mixing in large batch reactors is ultimately constrained by the amount of energy that can be applied. On large vessels, mixing energies of more than 5 Watts per litre can put an unacceptable burden on the cooling system. High agitator loads can also create shaft stability problems. Where mixing is a critical parameter, the batch reactor is not the ideal solution. Much higher mixing rates can be achieved by using smaller flowing systems with high speed agitators, ultrasonic mixing or static mixers.

[edit] Heating and cooling systems

Products within batch reactors usually liberate or absorb heat during processing. Even the action of stirring stored liquids generates heat. In order to hold the reactor contents at the desired temperature, heat has to be added or removed by a cooling jacket or cooling pipe. Heating/cooling coils or external jackets are used for heating and cooling batch reactors. Heat transfer fluid passes through the jacket or coils to add or remove heat.
Within the chemical and pharmaceutical industries, external cooling jackets are generally preferred as they make the vessel easier to clean. The performance of these jackets can be defined by 3 parameters:
  • Response time to modify the jacket temperature
  • Uniformity of jacket temperature
  • Stability of jacket temperature
It can be argued that heat transfer coefficient is also an important parameter. It has to be recognized however that large batch reactors with external cooling jackets have severe heat transfer constraints by virtue of design. It is difficult to achieve better than 100 Watts/litre even with ideal heat transfer conditions. By contrast, continuous reactors can deliver cooling capacities in excess of 10,000 W/litre. For processes with very high heat loads, there are better solutions than batch reactors.
Fast temperature control response and uniform jacket heating and cooling is particularly important for crystallization processes or operations where the product or process is very temperature sensitive. There are several types of batch reactor cooling jackets:

[edit] Single external jacket

Batch reactor with single external cooling jacket
The single jacket design consists of an outer jacket which surrounds the vessel. Heat transfer fluid flows around the jacket and is injected at high velocity via nozzles. The temperature in the jacket is regulated to control heating or cooling.
The single jacket is probably the oldest design of external cooling jacket. Despite being a tried and tested solution, it has some limitations. On large vessels, it can take many minutes to adjust the temperature of the fluid in the cooling jacket. This results in sluggish temperature control. The distribution of heat transfer fluid is also far from ideal and the heating or cooling tends to vary between the side walls and bottom dish. Another issue to consider is the inlet temperature of the heat transfer fluid which can oscillate (in response to the temperature control valve) over a wide temperature range to cause hot or cold spots at the jacket inlet points.

[edit] Half coil jacket

Batch reactor with half coil jacket
The half coil jacket is made by welding a half pipe around the outside of the vessel to create a semi circular flow channel. The heat transfer fluid passes through the channel in a plug flow fashion. A large reactor may use several coils to deliver the heat transfer fluid. Like the single jacket, the temperature in the jacket is regulated to control heating or cooling.
The plug flow characteristics of a half coil jacket permits faster displacement of the heat transfer fluid in the jacket (typically less than 60 seconds). This is desirable for good temperature control. It also provides good distribution of heat transfer fluid which avoids the problems of non uniform heating or cooling between the side walls and bottom dish. Like the single jacket design however the inlet heat transfer fluid is also vulnerable to large oscillations (in response to the temperature control valve) in temperature.

[edit] Constant flux cooling jacket

Batch reactor with constant flux (Coflux) jacket
The constant flux cooling jacket is a relatively recent development. It is not a single jacket but has a series of 20 or more small jacket elements. The temperature control valve operates by opening and closing these channels as required. By varying the heat transfer area in this way, the process temperature can be regulated without altering the jacket temperature.
The constant flux jacket has very fast temperature control response (typically less than 5 seconds) due to the short length of the flow channels and high velocity of the heat transfer fluid. Like the half coil jacket the heating/cooling flux is uniform. Because the jacket operates at substantially constant temperature however the inlet temperature oscillations seen in other jackets are absent. An unusual feature of this type jacket is that process heat can be measured very sensitively. This allows the user to monitor the rate of reaction for detecting end points, controlling addition rates, controlling crystallization etc.

Read More...... Read More...

umbi berwujud manusia

He-Shou-Wu adalah tanaman merambat tahunan dengan umbi sepanjang 3 kaki, yang biasanya saling membelit dengan satu sama lain. Ada sebuah kisah tentang asal-usul tanaman He-Shou-Wu ini.

Pada jaman Dinasti Tang ada seorang pria bernama Tian’er He dari Shuen Zhou. Dia lemah, sakit-sakitan, dan suka mabuk-mabukan. Meskipun dia sudah berusia 58 tahun namun dia masih lajang.
Pada suatu malam saat dia mabuk dia tertidur di sebuah semak belukar. Ketika dia terjaga, dia melihat dua tanaman saling terkait satu sama lainnya. Dia dengan susah payah memisahkannya, namun tidak lama kemudian mereka terkait kembali. Setelah melakukannya tiga – empat kali, dia sangat terkejut karena tanaman itu terkait kembali, hingga akhirnya dia menggali tanaman itu dan membawanya pulang.<span class="fullpost">
Tian’er kemudian bertanya kepada orang-orang desa namun tak seorangpun mengetahui tentang tanaman itu. Akhirnya dia menyimpan dan mengeringkannya. Kemudian beberapa orang desa berkata kepadanya, “Kamu sudah tua, dan belum memiliki keturunan, sedangkan tanaman itu tetap bersama walaupun telah anda pisahkan. Sungguh ajaib, kenapa anda tidak memakannya dan siapa tahu ini bisa membantu anda.”
Akhirnya Tian’er mengupas dan memakannya bersama anggur. Beberapa bulan kemudian dia merasakan badannya lebih segar dan memiliki hasrat seksual. Diapun berkeinginan untuk segera menikah dan memiliki keturunan. Setelah dua tahun mengkonsumsi tanaman itu, segala penyakitnya lenyap, rambut ubannya berubah hitam dan kulitnyapun berubah menjadi kencang kemerahan. Dalam sepuluh tahun ia memiliki beberapa orang anak dan dia mengubah namanya dari Tian’er menjadi Can-Sire He.
Suatu hari Rahib Wen Xiang mendatangi Can-Sire He dan menasehatinya, “Tanaman ini adalah tumbuhan merambat yang kawin pada malam hari. Jika anda mengambilnya, anda bisa hidup hingga 160 tahun. Guru saya yang telah memberitahu resep tersebut.
Jika saya mengambilnya, saya akan memiliki anak namun saya seorang biarawan. Kedua tanaman itu dapat membuat anda lebih bergairah. Seorang kultivator tidak boleh berperilaku seperti itu. Karena anda menemukannya, berarti anda harus mengambilnya, ini merupakan kesempatan langka dan takdir langit.”
Setelah itu Can-Sire memahami arti penting tanaman tersebut sebagai pusaka keluarga dari generasi ke generasi. Anaknya, Xiounen mengikuti jejak ayahnya dan merekapun berdua hidup lebih dari 160 tahun. Putra Xiounen, yang bernama Shou-Wu yang juga memanfaatkan tanaman tersebut dapat bertahan hidup lebih dari 130 tahun. Meskipun usia mereka seratus tahun lebih, namun rambut mereka tetap hitam hingga akhir hayatnya.
He-Shiu-Wu juga disebut semai liar, tumbuhan merambat yang kawin pada malam hari atau peri-bumi. Tanaman ini memiliki varietas jantan dan betina: yang jantan berwarna kuning-keputihan sedangkan yang betina berwarna kuning-kemerahan. Biasanya tanaman ini dipanen pada akhir musim semi hingga pertengahan musim panas atau awal musim gugur.
Umbi tanaman ini memiliki berbagai bentuk dari bentuk manusia sampai penyu. Diyakini sebagai obat dan baik untuk meningkatkan vitalitas, menghitamkan rambut, mengencangkan kulit dan memberikan manfaat jangka panjang pada pertumbuhan urat, tulang, sumsum tulang. Juga dikenal dapat memperpanjang usia.
</span>

Read More...... Read More...

ciri-ciri playgirl sejati

emang cwok ajaaaa yang bisa jdi playboy....cwek juga bisa lohh....
nih dechhh ciri-cirinyaa

Jumat, 22 Oktober 2010

Ciri-ciri Playgirl Sejati

http://www.ai-candy.com/images/PLAYGIRL_01.jpg
Menyimpan Kisah One Night Stand
Tidak hanya satu, tapi lebih. One night stand tidak berarti berakhir dengan seks belaka. Sedikit kontak fisik sudah menjawab seberapa kedekatan Kamu dengan cowok yang Kamu kagumi, tapi bukan untuk jangka panjang.

Status Facebook Sering Berubah
Mulai dari “lajang”, “berpacaran”, lalu pindah menjadi “complicated”. Ini menandakan Kamu seperti mencari cowok untuk kesenangan saja. Sekalipun Kamu mencoba mencari yang terbaik, tapi dimata cowok, Kamu seorang man eater.

Berkencan Dengan Dua Cowok Dalam Satu Kelompok
Misalnya Kamu pernah berkencan dengan cowok dalam satu tim sepak bola, lalu di waktu lain Kamu berkencan dengan rekan satu timnya. Secara tidak sadar hampir setengah jumlah tim tersebut pernah dekat dengan Kamu. Benar-benar pecinta lelaki.

Mudah Memberi Nomor Telepon
Kamu sudah punya kekasih tapi cowok dengan mudah mendapat nomor telepon langsung dari Kamu. Hati-hati, karena ini tandanya Kamu masih memberi celah untuk menarik perhatian cowok lain, atau berselingkuh.

Mudah Meninggalkan
Senang mempermainkan perasaan seseorang bisa menjadi ukuran. Bayangkan saat hubungan sedang hangat, tiba-tiba Kamu pergi tanpa kabar hanya untuk menegaskan “Siapa bos-nya”. Jika Kamu sudah sampai tahap ini, Kamu betul-betul playgirl sejati.

Tidak Pernah Cukup
Cowok membutuhkan usaha ekstra besar untuk mendekati Kamu, dan itu tidak pernah cukup. Sekali Kamu tidak puas, Kamu pergi.

Read More...... Read More...

11 alasan wanita belum mendapat pria idaman


http://unik.supericsun.com/wp-content/uploads/2010/07/bc212ec861cowok1.jpg.jpg

  1. Pria baik-baik biasanya bermuka jelek
  2. Pria tampan biasanya bukan orang baik-baik
  3. Pria tampan dan baik biasanya gay
  4. Pria tampan, baik dan normal (bukan gay) kebanyakan sudah menikah
  5. Pria yang tidak terlalu tampan tapi baik, biasanya nggak punya uang
  6. Pria yang tidak terlalu tampan tapi baik dan mempunyai banyak uang selalu berpikiran bahwa para wanita hanya mau mengincar uangnya
  7. Pria tampan yang nggak punya uang biasanya mengincar uang wanita
  8. Pria tampan yang normal (bukan gay) tapi tidak begitu baik, biasanya menganggap para wanita kurang begitu cantik baginya.
  9. Pria normal (bukan gay), baik dan punya uang yang menganggap bahwa wanita tersebut cantik, biasanya pemalu.
  10. Pria tampan, baik, punya uang dan normal, kebanyakan pemalu dan tidak pernah memulai percakapan. 
  11. pria yang tidak pernah memulai percakapan, biasanya akan hilang ketertarikannya pada wanita bila wanita tersebut yang memulai percakapan.

"Pria itu seperti wine yang dibuat dari anggur, dan tugas wanita untuk menginjak-injak dan memerasnya, kemudian menyimpannya di gudang yang gelap sampai mereka cukup dewasa/matang untuk menjadi teman makan malam."

Read More...... Read More...

sejuta manfaat dan khasiat makan jengkol

http://3.bp.blogspot.com/_GH8Dk6_q850/SwjO6DUsqqI/AAAAAAAAAxU/C1eHyN30Zw0/s1600/Semur+Jengkol.jpg

Bila Anda penggemar makanan tradisional, pasti Anda mengenal benda yang berbentuk bulat gepeng, kulit tipis kecoklatan, berbau dan banyak dikonsumsi orang. Benda tersebut adalah Jengkol. Jengkol atau Jering atau Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, termasuk yang digemari di Malaysia, Thailand dan Indonesia terutama di wilayah Jawa Barat yang seharinya dikonsumsi 100 ton.

Tanaman jengkol berupa pohon yang tingginya dapat mencapai 10-26 meter. Buahnya berupa polong berbentuk gepeng dan berbelit. Warna buahnya lembayung tua. Setelah tua, bentuk polong buahnya menjadi cembung dan di tempat yang mengandung biji ukurannya membesar. Tiap polong dapat berisi 5-7 biji. Bijinya berkulit ari tipis dan berwarna cokelat mengilap.

Jengkol akan membuat kehebohan saat memasaknya dan setelah diproses oleh pencernaan, yaitu menimbulkan bau yang katanya tak sedap. Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.

Bau yang ditimbulkan dari jengkol itu sebenarnya cukup mengganggu, terutama bagi orang lain yang tidak ikut makan. Kalau yang makan, meskipun bau, setidak-tidaknya sudah menikmati kelezatan jengkol. Tetapi bagi orang lain yang tidak ikut merasakan, tetapi cuma kebagian baunya, akan merasa sangat terganggu. Apalagi dengan air seni yang dikeluarkannya. Jika pemakan jengkol ini buang air di WC dan kurang sempurna membilasnya, maka WC akan bau tidak enak dan mengganggu ketenangan orang lain.

Saat dicerna jengkol akan menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) yang dibuang ke ginjal. Di sinilah efek yang sering ditakuti oleh orang-orang, yaitu jengkoleun atau jengkolan. Jengkolan terjadi saat asam jengkolat yang memang sulit larut dalam air akhirnya mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat hingga bisa berakibat sulit membuang air seni. Jika pH darah kita netral, asam jengkolat aman-aman saja, tapi jika cenderung asam (pH kurang dari 7) asam jengkolat membentuk kristal tak larut.

Risiko terkena jengkolan ini tidak tergantung pada banyaknya jengkol yang dikonsumsi, tetapi bergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit jengkol saja dapat menyebabkan terjadinya jengkolan. Apa yang memengaruhi kerentanan seseorang terhadap asam jengkolat belum jelas, tapi diduga akibat faktor genetik dan lingkungan.

Dibalik bau yang ditimbulkan jengkol, ternyata terkandung manfaat yang berguna bagi kesehatan. Menurut berbagai penelitian menunjukkan bahwa jengkol juga kaya akan karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin B, Vitamin C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.

Khusus untuk vitamin C terdapat kandungan 80 mg pada 100 gram biji jengkol, sedangkan angka kecukupan gizi yang dianjurkan per hari adalah 75 mg untuk wanita dewasa dan 90 mg untuk pria dewasa.

Selain itu, Jengkol merupakan sumber protein yang baik, yaitu 23,3 g per 100 g bahan. Kadar proteinnya jauh melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati, yaitu hanya 18,3 g per 100 g. Kebutuhan protein setiap individu tentu saja berbeda-beda. Selain untuk membantu pertumbuhan dan pemeliharaan, protein juga berfungsi membangun enzim, hormon, dan imunitas tubuh. Karena itu, protein sering disebut zat pembangun.

Untuk zat besi, Jengkol mengandung 4,7 g per 100 g. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia. Gejala-gejala orang yang mengalami anemia defisiensi zat besi adalah kelelahan, lemah, pucat dan kurang bergairah, sakit kepala dan mudah marah, tidak mampu berkonsentrasi, serta rentan terhadap infeksi. Penderita anemia kronis menunjukkan bentuk kuku seperti sendok dan rapuh, pecah-pecah pada sudut mulut, lidah sulit menelan.

Remaja, wanita hamil, ibu menyusui, orang dewasa, dan vegetarian adalah yang paling berisiko untuk mengalami kekurangan zat besi. Di dalam tubuh, besi sebagian terletak dalam sel-sel darah merah sebagai heme, suatu pigmen yang mengandung inti sebuah atom besi.

Jengkol juga sangat baik bagi kesehatan tulang karena tinggi kandungan kalsium, yaitu 140 mg/ 100 g. Peran kalsium pada umumnya dapat dibagi menjadi dua, yaitu membantu pembentukan tulang dan gigi, serta mengatur proses biologis dalam tubuh.

Keperluan kalsium terbesar adalah pada saat masa pertumbuhan, tetapi pada masa dewasa konsumsi yang cukup sangat dianjurkan untuk memelihara kesehatan tulang. Konsumsi kalsium yang dianjurkan pada orang dewasa adalah 800 mg per hari.

Kandungan fosfor pada jengkol (166,7 mg/100 g) juga sangat penting untuk pembentukan tulang dan gigi, serta untuk penyimpanan dan pengeluaran energi. Dengan demikian, sesungguhnya banyak manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi jengkol dan ini hanya masukan saja, bukan doktrin yang mengharuskan Anda untuk percaya dan mengikuti agar mengkonsumsi jengkol, tapi hanya sekedar Anda tahu bahwa ada khasiat dibalik sayuran polong berbau ini.

Read More...... Read More...

5 bencana alam yang membuat terpesona

1. Tornado Freeze



2. Tsunami Sand - Iraq



3. Fire Forest



4. Tsunami Storm Second - Texas



5. Storm

Read More...... Read More...

Tuesday, October 19, 2010

one day no rice "kampanye sehat untuk masyarakat menengah ke bawah"

Jakarta - Hari pangan dunia akan dirayakan di seluruh dunia pada tanggal 16 Oktober 2010 besok. Di Indonesia, perayaannya akan dipusatkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat tanggal 19 Oktober 2010.

Di tengah berbagai masalah pangan, perhatian publik kini beralih ke kampanye sehari tanpa nasi atau bahasa kerennya 'One Day No Rice'. Pemerintah mengklaim slogan ini merupakan kampanye untuk menekan konsumsi beras masyarakat Indonesia yang tercatat paling gemar makan nasi.

Kampanye ini merupakan salah satu upaya merealisakan program diversifikasi atau penganekaragaman pangan yang selama ini selalu kandas di tengah jalan.

Sebenarnya apa yang melatar belakangi kemunculan kampanye ini? Apakah bisa masyarakat Indonesia yang sudah terbiasa makan nasi harus 'dipaksa' menguranginya? Lalu target-target apa yang ingin dicapai dari kampanye ini? Termasuk apa dampak pengurangan konsumsi beras bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat petani dan masyarakat secara umumnya khususnya lapisan masyarakat menengah-bawah sebagai  pemakan nasi yang dominan?

Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi memberikan penjelasannya melalui wawancara khusus dengan detikFinance di kantornya, Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta, Kamis (14/10/2010).

Apa yang melatarbelakangi kelahiran kampanye one day no rice?

Kalau dilihat dari konsumsi, konsumsi (pangan) orang Indonesia cukup baik, misalnya untuk ketentuan standar energi perhari itu 2000 kilokalori per orang per hari kita tahun 2008 itu sudah 2038 kilokalori per orang perhari. Termasuk juga untuk protein standar ketentuannya 52 gr per orang per hari, tahun 2008 sudah diatas itu 57,43 gr per orang per hari.

Tetapi kualitas konsumsi bukan hanya dilihat dari capaian itu, tetapi yang paling penting keragamannya. Kalau kita lihat dari keragamannya, misalnya beras yang tadinya porsi terhadap karbohidrat kita di tahun 1954 cuma 53,5%, tetapi  tahun 2008 sudah 86,6% peranannya terhadap karbohidrat masyarakat Indonesia.

Porsi jagung untuk kebutuhan karbohidrat turun drastis, dari tahun 1954 yang mencapai 18,9%, pada tahun 2008 hanya 0,7%. Justru yang terlihat meningkat adalah terigu, pada tahun 1954 masih 0% pada waktu itu orang Indonesia belum makan terigu, tapi tahun 2008 sebesar 6,3%.

Disamping itu, konsumsi kita terhadap beras mungkin salah satu yang tertinggi di dunia mencapai 139,15 Kg per kapita per tahun. Jepang sekarang ternyata sudah 50 Kg per kapita per tahun, Malaysia 80 Kg per kapita per tahun, Thailand 70 Kg, rata-rata dunia 60 Kg per kapita per tahun. Jadi konsumsi beras kita relatif sangat tinggi dibandingkan negara-negara lain di dunia.

Sekarang kalau kita lihat dari konsumsi pangan lainnya justru kita yang relatif rendah misalnya daging kita hanya 11,9 Kg per kapita per tahun, Filipina saja 19 Kg per kapita per tahun, Thailand 23,3 Kg, Malaysia 43 Kg. Ini menunjukan dari kualitas dari konsumsi pangan masyarakat kita. Tapi memang sayuran kita masih cukup tinggi 49,7 Kg per kapita per tahun karena orang Indonesia suka lalapan, namun untuk konsumsi telur  kita cuma 14,8 Kg per kapita per tahun, Malaysia 41,9 Kg per kapita per tahun.

Jadi kalau dilihat dari sini kualitas pangan kita menunjukan bahwa terlalu didominasi oleh karbohidrat, proteinnya masih kurang, walaupun dari sisi standar cukup. Kita ini kan bicaranya kualitas bukan hanya memenuhi standar.

Dengan kondisi itu, maka yang penting adalah penganekaragaman pangan kita. Kalau saya ambil contoh misalnya di Jepang punya sosiokultural yang bagus untuk penganekaragaman pangan, di Jepang itu harus  setiap kali makan harus 23 jenis bahan sama seperti kita beli bento banyak macamnya. Di Indonesia, seperti nenek saya mengajarkan kalau setiap makan orang Jawa itu setiap makan setiap hari harus ada lima rasa pedes, pahit, manis, asin dan asam.

Itu merupakan panduan dalam penganekaragaman pangan dalam bentuk sederhana dalam budaya Jawa atau pada tahun 1970 kita mengatakan 4 sehat 5 sempurna, itu juga bentuk dalam penganekaragaman pangan. Sebenarnya esensi yang kita ingin capai adalah  penganekaraman pangan.

One Day No Rice apakah bisa mengubah itu semua?

'One Day No Rice' hanya salah satu kegiatan saja, dari usaha menganekaragaman pangan. Jadi kalau kita mengurangi konsumsi nasi logikanya kita akan mengkonsumsi bahan pangan lain.

Kita coba hitung-hitungannya kalau seluruh Indonesia mengurangi makan nasi satu hari, maka 90.000 ton kita menghemat tak beli nasi sebanyak itu. Kalau 'one day no rice' satu hari satu bulan, lalu selama satu tahun maka kita tidak mengkonsumsi beras 1,1 juta ton.

Nilai dari 1,1 juta ton itu kurang lebih sebesar Rp 6 triliun, jadi kalau kita 'one day no rice', maka kita bisa mengurangi konsumsi nasi senilai Rp 6 triliun.  Kalau Rp 6 triliun ini dibiarkan tentu akan hilang ekonomi petani. Kita berharap Rp 6 triliun ini bisa dibeli produk pangan lokal lainnya. Coba bayangkan kalau itu dibeli untuk beli sagu, suku, ubi jalar, ubi kayu, pisang, hotong dan lain-lain akan menciptakan  ekonomi baru diluar beras terhadap komoditi-komoditi itu. Jadi petani kita yang diuntungkan.

Disatu sisi kita mengurangi tekanan permintaan beras sebagai penganekaragaman pangan tidak melulu pada beras. Kedua, kalau ini dialihkan pada pangan  macam-macam lainnya itu akan menciptakan kegiatan ekonomi baru terhadap komoditi baru, yang selama ini didominasi oleh beras.

Misalnya yang beli sagu, orang yang berbisnis sagu dan bertani sagu naik ekonominya, petani singkong akan naik ekonominya.

Selain itu 1,1 juta ton beras (penghematan), jumlahnya banyak mengurangi permintaan tekanan beras. Sehingga stok di Bulog bisa meningkat karena tidak dikonsumsi masyarakat.

Jadi ada benefit-nya, tapi ini kan sifatnya imbauan. Dan satu catatan lainnya, kita berharap betul-betul bahwa 'one day no rice' itu bukan beralih ke gandum, bukan beralih ke terigu. Kenapa tidak sekaligus dibuat 'One Day No Rice No Wheat', jadi sehari tanpa beras tanpa produk gandum.

Jadi betul-betul masuk ke produk lokal seperti sagu, singkong dan lain-lain, atau meningkatkan konsumsi lainnya seperti telur, daging, sayur buah, susu dan lain-lain. Bayangkan itu Rp 6 triliun besar loh, itu uang masyarakat, jadi hanya pindah kamar. Justru yang kita harapkan adalah beralih ke produk pangan lokal jangan yang impor.

Masalahnya sekarang ini yang siap itu adalah produk-produk berbasis impor seperti terigu dengan mi instannya?

Ini sifatnya imbauan, dasar konteksnya adalah pada peningkatan kesadaran pemahaman kesadaran bukan kewajiban.  Jadi kesadarannya satu paket, bukan hanya tidak makan nasi satu hari, tapi makanlah produk lokal. Harus kita sadarkan begitu, bukan beralih ke terigu. Kita disatu sisi mengurangi beras lebih sehat, juga lebih sehatnya membeli dari produk lokal.

Kalau tidak salah 'One Day No Rice' ini bukan barang baru, hampir satu tahun sudah berjalan?

Tidak, ini masih baru, dasar hukumnya yaitu Peraturan Presiden No 22 Tahun 2009 tentang penganekaragaman pangan konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal. Kebijakan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis lokal.

Jadi memang baru berjalan, kampanye ini baru, kita baru coba bicarakan tapi media sudah memberi tanggapan. Sekarang ini memang kampanye ini belum ada launching dan belum ada apa-apa kan.

Memang sekarang ini sudah ada 20 pemda, yang sesuai perpres No 22 tahun 2009 (penganekaragaman pangan), tapi tidak langsung dengan 'One Day No Rice'. Ada satu daerah yaitu Nusa Tenggara Barat yang punya inisiatif kampanye untuk satu hari tanpa nasi. Dampaknya belum bisa lihat, itu pun mereka masih baru.

Kampanye ini nanti akan secara nasional, serempak seluruh Indonesia?

Tidak mesti serempak, bisa dilakukan masing-masing, kan orang muslim juga sudah ada puasa Senen dan Kamis, tapi buka puasanya jangan pakai beras dan gandum.

Masyarakat mencibir kalau kampanye ini sebagai bentuk ketidaksanggupan pemerintah dalam hal produksi beras?

Pertama yang saya tegaskan, bahwa yang menyiapkan padi itu bukan pemerintah loh, tapi petani. Petani yang memproduksi, pemerintah tidak pernah memproduksi, kita hanya membuat kebijakan, sehingga  petani bisa memproduksi sebaik-baiknya. Jadi tak ada hubungannya dengan peningkatan produksi atau tidak, ini lebih pada supaya sehat. Supaya kita lebih sehat konsumsinya, yah kalau ada yang memandang negatif, ya terima kasih kritiknya.

Untuk memastikan kampanye ini efektif, pemerintah melakukan apa?

Kita akan terus kampanye, terus dibicarakan terus menerus, ke desa-desa, kepada para ibu-ibu. Kita cobalah, logikanya dari policy ini oke,' one day no rice' itu oke ada dasarnya kita melakukan itu. Bagaimana hasilnya akan kita lihat nanti.

Dari mana ide 'One Day No Rice'?

Saya tidak tahu, mungkin dari Badan Ketahanan Pangan, siapapun darimana idenya, tapi logikanya kena. Saya mau katakan bahwa dibalik nanti seremoninya (peluncuran pencanangannya), nanti bagaimana hasilnya, logika dibalik itu bagus, logikanya ada.

Tapi berdasarkan pengalaman sebelumnya, kampanye seperti ini berakhir tanpa hasil, lalu nanti mungkin 20 tahun lagi kita mengulangi hal yang sama?

Ya, nggak apa-apa kan, ya kita kampanye lagi, ya kampanye lagi. Lagian masyarakat Indonesia, negara Indonesia yang sangat independen. Orang Indonesia berpendapat, sangat sulit sekali dijaman sekarang ini melakukan sesuatu yang wajib. Jadi harus datang dari sebuah kesadaran, kuncinya harus dididik terus menerus. Misalnya kampanye budipekerti, bagaimana kampanye anti narkoba, kampanye anti HIV AIDS, sama semuanya itu adalah proses berkelanjutan untuk terus menyadarkan kita semua. Tapi basisnya kesadaran bukan disuruh oleh orang lain.

One Day No Rice ini sebenarnya menyisir kalangan masyarakat yang mana?

Memang penganekaragaman pangan itu berbading lurus dengan income, semakin tinggi income-nya dia semakin beragam. Income dan kesadaran itu faktor penentu dalam upaya penganekaragaman. Saya bikin studi selama 40 tahun terakhir memang begitu. Kalau income kita tidak bisa dirubah secara khusus, tetapi bisa ada usaha untuk meningkatkan kesadaran.

Keanekaragaman itu lucu kurvanya, pendapatannya rendah itu beragam dia makan apa saja, kalau pendapatannya naik, lebih ke konsumsi beras. Kemudian kalau pendapatannya naik lagi (kaya) dia akan beragam lagi. Jadi pada saat orang sangat miskin orang makan apa saja, apa yang dia punya, apa yang paling murah dia makan, kalau nggak ada beras ubi, atau apa saja.

Tetapi kalau dia sudah punya pendapatan tetap, ya kelas menengah itu lebih makan nasi. Kemudian kalau sudah semakin kaya semakin beragam. Ini hasil studi pengalaman 40 penganekaragaman pangan di Indonesia, ada bukunya salah satunya saya yang menulis.

Dari hasil ini logikanya kena sekali, jadi kalau orang miskin tak ada pilihan, makan apa saja, kalau pendapatannya yang cukup dia akan cari nasi. Memang nasi itu adalah makanan yang paling baik, per rupiah yang dikeluarkan. Sangat jarang yang memiliki komposisi (gizi) selain beras, selain gampang didapat dan mudah mengolahnya.

Beras memang the best selalu menjadi benchmark, kalau sudah masuk ke selera baru beragam. Kampanye ini lebih menyasar kelas menengah bawah, termasuk saya dan anda.

Parameter keberhasilannya apa dari kampanye ini apa?

Ya, bagaimana masyarakat lebih sehat dengan makanan yang beragam. Selain itu, targetnya skor pola pangan harapan (PPH) kita harapkan nanti tahun 2014 jadi 93, sekarang kira-kira 76. Nanti kita harapkan menjadi 93, jadi dia lebih beragam pangannya.

Target lainnya konsumsi beras turun 1,5% per tahun, kalau saya sih kalau bisa turun konsumsi per kapitanya per tahun 80 Kg sudah bagus. Misalnya kalau ada penurunan 20 Kg per kapita, sama sama 4,7 juta ton, atau Rp 23 triliun dalam 4-5 tahun kedepan.  ampanye ini sangat erat kaitannya dengan income dan pendidikan.

Lebih penekanannya pada income dan edukasi, kalau kampanye ini lebih pada edukasi, sebab kalau income lewat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. (hen/qom)
http://www.ekon.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=682:one-day-no-rice-kampanye-sehat-untuk-kaum-menengah-ke-bawah&catid=73:kliping-elektronik&Itemid=546

Read More...... Read More...